SENGAJA NGGAK SENGAJA..
NGGA TAU JADI SUKA
Masih ingat waktu dulu saya kebingungan mencari perguruan tinggi yang terbaik, berbagai ujian dari SPMB dan UM di berbagai perguruan tinggi pun tidak ada yang diterima. Padahal orang tua saya sudah bersusah payah untuk menyisihkan uangnya supaya saya bisa ikut bimbel, berharap anaknya bisa masuk Universitas Negeri yang terbaik. Tetapi yasudahlah, mungkin ini sudah nasib. Ingin masuk perguruan tinggi swasta takut nantinya malah membebani orang tua, akhirnya saya memutuskan untuk tidak kuliah dulu. Mencari kegiatan dan belajar seadanya untuk SPMB tahun depan.
Setahun berlalu, dan SPMB yang sudah berganti menjadi SNMPTN dan ada pula UMB telah didepan mata. Saya pun sudah menyiapkan sedikit strategi untuk menghadapi ujian tersebut. Walaupun saya dulunya jurusan IPA, tapi karena sadar akan kemampuan yang terbatas (kelabakan dengan pelajaran IPA) saya memutuskan untuk mengambil IPC untuk memperbesar peluang. Diawali dengan UMB yang berakhir tetap gagal, saya tidak menyerah untuk ikut SNMPTN . Dengan sedikit saran dari teman, saya memutuskan pilihan ketiga saya kali ini adalah jurusan Ekonomi Islam di Universitas Islam yang dulunya IAIN di Jakarta.
Alhamdulillah.. Di sebuah Koran nama saya terpampang dengan kode yang menunjukkan bahwa saya diterima di Universitas Islam tersebut. Senang tapi bercampur heran, karena benar-benar dengan persiapan belajar yang minim ditambah saya sama sekali tidak tahu mengenai ekonomi Islam.
Setelah daftar ulang di Universitas tersebut, saya baru tahu ternyata jurusan ekonomi Islam masih di bagi lagi menjadi jurusan Perbankan Syariah, Asuransi Syariah, dan ZISWAF. Dikarenakan jalur yang saya tempuh adalah SNMPTN, secara otomatis (mungkin) saya langsung masuk ke jurusan Perbankan Syariah, masih binggung entah nanti saya akan belajar apa.
Awalnya saya sedikit ragu untuk masuk ke jurusan ini, namun seiring ilmu yang saya dapat, lama-kelamaan saya menikmatinya. Berbagai mata kuliah terkait Perbankan Syariah saya dapat dalam perkuliahan. Memang saya bukanlah mahasiswa yang pandai, tetapi bisa dibilang pengetahuan saya cukup-lah.. mengenai bank syariah. Saya sendiri belum yakin 100% bahwa bunga bank sekarang ini termasuk riba yang terdapat dalam ayat Al-Qur’an. Namun saya yakin, bahwa system bunga telah memperburuk perekonomian karena dengan mudah bisa menyebabkan inflasi, menyebabkan uang tidak berputar di sector rill dan menjadi ladang bagi spekulan. Terlebih lagi, system bunga.... (to be continue..)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar